Dari 10 Exchange Teratas, Hanya Binance dan Bitfinex Yang Tidak Memalsukan Volume Perdagangan

Lembaga Transparansi Blockchain (The Blockchain Transparancy Institute) merilis December Exchange Volumes Report 2018. Lembaga itu men...



Lembaga Transparansi Blockchain (The Blockchain Transparancy Institute) merilis December Exchange Volumes Report 2018. Lembaga itu menggali lebih dalam laporan sebelumnya untuk menginvestigasi adanya dugaan wash–trading.


Menurut Wikipedia, wash-trading adalah suatu bentuk manipulasi pasar yang dilakukan (semisal dilakukan oleh exchanger crypto) secara bersamaan menjual dan membeli aset yang sama (semisal BTC) untuk meningkatkan volume perdagangan fiktif yang dapat menyesatkan pasar.

Dilansir dari bitcoinist.com, kesimpulan laporan lembaga itu memberikan gambaran yang agak menyedihkan. Hanya 2 dari 25 exchanger teratas di CoinMarketCap yang memperdagangkan BTC tidak ikut secara masif memperbesar volume perdagangannya. Dua exchanger yang ditemukan tidak melakukan wash–trading secara massal adalah Binance dan Bitfinex.

Laporan Blockchain Transparency Institute. Sumber: bitcoinist.com

Lembaga itu menggunakan algoritma khusus untuk menghitung volume sebenarnya dari 25 bursa teratas di CoinMarketCap yang memperdagangkan Bitcoin. Selanjutnya ditemukan bahwa sebagian besar bursa itu memiliki volume aktual di bawah 1% dari yang dilaporkan di CoinMarketCap.

Laporan ini juga menemukan hampir dari 30 token yang diperdagangkan di OKEx terlibat dalam wash-trading, demikian pula dengan mayoritas dari 25 token teratas yang diperdagangan exchanger Huobi dan HitBTC.

Investigasi ke Bithumb juga menemukan sejumlah besar wash-trading untuk token Monero, Dash, Bitcoin Gold, dan ZCash. Pilihan jenis token yang dijual-belikan dengan cara wash-trading pada Bithumb juga berubah-ubah tergantung pada bulannya.

Semua exchanger yang bermasalah saat ini telah tercatat di exchange advisory list (daftar exchanger yang diawasi) lembaga tersebut. Daftar ini dilengkapi dengan peringatan kepada pemiliki proyek crypto agar menghubungi lembaga sebelum membayar biaya yang besar untuk listing ke salah satu exchanger. Laporan ini menunjukkan bahwa exchanger bermasalah ini menggunakan wash-trading sebagai model bisnis untuk mencuri uang dari proyek-proyek token.

Data menunjukkan bahwa proyek crypto rata-rata menghabiskan lebih dari US$ 50.000 untuk biaya mendaftar ke exchanger yang masuk dalam pada daftar exchange advisory tahun ini. Secara total lebih dari US$ 100 juta “dicuri” selama 2018 melalui biaya pencatatan bursa, dan beberapa bursa menghasilkan lebih dari US$ 1 juta dari hal ini saja.

Lembaga Transparansi Blockchain juga berencana untuk merilis Laporan Keamanan Investor. Ini akan membahas langkah-langkah keamanan saat ini yang diterapkan dimasing-masing exchanger dan mereka akan bekerjasama dengan exchanger lainnya untuk semakin meningkatkan keamanannya


Sumber: bit.ly/2T8suYt

KOMENTAR

300 x 250 Banner
728 x 90 Banner
728 x 90 Banner
Pernyataan Penyangkalan
CRACKadabra ingin mengingatkan Anda bahwa data yang terkandung dalam situs web ini belum tentu real-time atau akurat. Semua CFD (saham, indeks, futures) dan harga Forex tidak disediakan oleh bursa tetapi oleh para pembuat pasar, sehingga harga mungkin tidak akurat dan mungkin berbeda dari harga pasar yang sebenarnya, yang berarti harga bersifat indikatif dan tidak sesuai untuk tujuan perdagangan. Oleh karena itu, CRACKadabra tidak bertanggungjawab atas kerugian perdagangan yang mungkin Anda alami sebagai akibat dari penggunaan data ini.

CRACKadabra atau siapapun yang terlibat dengan CRACKadabra tidak akan menerima tanggungjawab apapun atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi termasuk data, quotes, grafik, dan sinyal beli/jual yang terdapat dalam situs web ini. Harap mendapatkan informasi lengkap mengenai risiko dan biaya yang terkait dengan perdagangan pasar keuangan, ini adalah salah satu bentuk investasi yang mungkin paling berisiko.